Tutur Tinular Versi 2011

Leave a Comment
http://www.indosiar.com/static/images/v09/sinopsis/13164080121.jpg
Tutur Tinular

 

 Gua tuh gak pernah akur sama bokap kalo malem dia ada dirumah. Kenapa? Karena kebiasaaanya tiap malem nontonin tontonan yang .... beh. Tiap malem itu gua rebutan remot ama bokap buat nonton malem. Gua itu maunya nonton Opera van java, kalo ga CSI, kalo ga Hawai f-o. Tapi itu semua pupus kalo bokap udah megang remot, dia kalo megang remot udah kaya Voldemort yang bangkit dari kubur buat membasmi kebaiikan. Itu mengerikan. Langsung diganti, mencari channel indosiar. Dan bokap gua itu biasanya nonton Tutur Tinular. hhhhh.. karena bokap nyetel itu jadi gua pindah kedalem. Dan gua biasanya juga ikut nonton itu, sampe gua hampir apal tiap karakter dari tokoh tutur tinular itu.dan yang paling mengerikan lagi adalah setelah survey gua tayangan itu tuh udah melenceng dari sejarah aslinya.

  Ini kutipan sinopsis dari situs resmi indosiar , karena gua emanggatau pasti ceritanya jadi gua kutip.


"""Di wilayah kekuasaan Singosari terdapat dua kadipaten Manguntur dan Kadipaten Kurawan yang hanya dipisahkan oleh sungai Brantas. Kedua kadipaten tersebut saling bermusuhan, permusuhan itu memuncak ketika Respati yang merupakan Pangeran dari Kadipaten Kurawan membawa lari Dewi Padmini yang merupakan dari Putri dari Manguntur.

Tumenggung Danadyaksa dan Tumenggung Kebo Winarang saling menyalahkan hingga akhirnya terjadilah perang dahsyat diantara dua kadipaten itu yang mengakibatkan banjir darah disungai Brantas, puluhan prajurit dari dua kadipaten itu menjadi korban ganasnya peperangan.

Tanpa restu dari kedua orang tua mereka Dewi Padmini dan Respati menikah hingga akhirnya Dewi Padmini melahirkan seorang anak, tapi disaat itu ayahnya Tumenggung Kebo Winarang yang baru saja mendapatkan berita tentang keberadaan putrinya segera memerintahkan adik iparnya Dipangkara untuk seger membawa Dewi Padmini dan bayinya kembali ke kadipaten, sementara Respati harus dia bunuh.

Dipangkara menjalankan perintah kakak iparnya untuk membawa Dewi Padmini dan membunuh Respati, tapi diam-diam Dipangkara memiliki niat jahat untuk membunuh Bayi Dewi Padmini. Karena dia menganggap Bayi Dewi Padmini hanya sebagai penghalang ambisinya untuk menjadi Tumenggung di Kadipaten Manguntur.

Tapi disaat Dipangkara ingin membunuh bayinya tiba-tiba saja terjadi gempa dahsyat hingga mengakibatkan Dipangkara urung membunuh bayinya karena dia mengira bayi itu sudah mati tertimpa reruntuhan bebatuan.

Karena tragedy itu membuat Dewi Padmini kehilangan kesadaran hingga menyebabkannya menjadi gila, dia selalu saja berteriak-teriak tentang putrinya. Sementara Respati dibuang kejurang oleh Dipangkara hingga tidak satu-pun yang tahu dimana keberadaannya.

Tumenggung Kebo Winarang sengaja dibuat lemah dan sakit tak berdaya hingga membuat Dipangkara lebih leluasa untuk berkuasa dikadipaten Manguntur.

Tanpa sepengetahuan Dipangkara ternyata bayi itu masih hidup dan ditemukan oleh seorang Kepala desa yang bernama Rek Wuru, dan bayi itupun dinamakan Nari Ratih.

Nari Ratih tumbuh menjadi gadis yang baik, tapi sayangnya dia harus tinggal bersama ibu tirinya Kanti dan adik tirinya Parwati yang salalu saja menyiksanya.

Satu hari Nari Ratih hanyut terbawa derasnya sungai Branatas, tapi kemudian datang Arya Kamandanu dan segera menolongnya. Dari pertemuan itu akhirnya tumbuh benih-benih cinta dihati mereka.

Arya Kamandanu nekad datang ke kadipaten Manguntur untuk dan menyamar dengan nama Bandawa mengejar cinta Nari Ratih, tapi dikadipaten itu dia bertemu dengan Dyah Ayu Laksmi yang merupakan Putri Dipangkara yang juga jatuh cinta pada Arya Kamandanu. Putri sombong itu selalu menggunakan segala cara untuk mendapatkan cinta Arya Kamandanu.

Sementara itu Parwati juga mengejar-ngejar cinta Arya Kamandanu hingga membuat cinta Nari Ratih dan Arya Kamandanu jadi semakin sulit.

Dengan mengenal Dyah Ayu Laksmi membuat Arya Kamandanu dijadikan orang kepercayaan Dipangakara dan diangkat menjadi kepala prajurit Manguntur yang bertugas menangkap Si Topeng Hitam.

Si Topeng Hitam dianggap sebagai pahlawan oleh orang-orang Manguntur karena dia selalu menolong orang-orang yang lemah, sementara bagi keluarga istana Manguntur si Topeng hitam merupakan penjahat yang harus segera ditangkap.

Akhirnya Arya Kamandanu menerima tawaran pekerjaan itu sambil membawa misi rahasia sebagai mata-mata dikadipaten Manguntur. Dia selalu memantau gerak-gerik kejahatan Dipangkara untuk dilaporkannya kepada Tumenggung Danadyaksa.

Sebenarnya si Topeng Hitam adalah Byakta yang wajahnya begitu persis dengan Respati, dia sengaja menyamar menjadi si Topeng hitam dan sengaja mendekati Dewi Padmini untuk mendapatkan keris Gentala Cakra yang disimpan Kebo Winarang, keris itu dipercaya memiliki kekuatan dahsyat, siapa-pun yang memilikinya maka dia bisa menjadi pemimpin di Kadipaten itu.

Dikadipaten Manguntur juga terjadi terror setiap saat malam bulan purnama, disaat itu Dewi Sambi selalu muncul untuk menculik bayi-bayi yang baru saja dilahirkan. Wanita jahat itu juga tidak segan-segan untuk membunuh siapa-pun yang menghalanginya

Arya Kamamandanu bertekad untuk menanghentikan kejahatan Dewi Sambi meskipun nyawanya sendiri menjadi taruhannya.

Tugas Arya Kamandanu jadi semakin berat, dia harus bisa mengungkap siapa si cadar hitam, dia juga harus bisa menhentikan kejahatan Dewi Sambi. Belum lagi percintaannya dengan Nari Ratih yang mendapatkan banyak hambatan dari kakaknya sendiri Arya Dwipangga yang terkenal playboy yang ternyata juga menyukai Nari Ratih.

Cinta Arya Kamandanu dan Nari Ratih bisa terus bersemi karena bantuan Lindu Sukma yang tidak lain adalah Respati yang hilang ingatan,lelaki itu sama sekali tidak mengenal jati dirinya dimasa lalu. Namun cinta Arya Kamandanu dan Nari Ratih harus mendapatkan banyak ujian dan rintangan dari Dyah Ayu Laksmi, Arya Dwipangga dan Parwati.
Saksikanlah kehadiran sinetron kolosal Tutur Tinular versi terbaru yang hadir khusus untuk Anda, setiap hari Senin - Jumat pukul 20.00 WIB mulai tanggal 26 September 2011 hanya di layar Indosiar yang memang untuk Anda.(Indosiar.com/Fch)""""






  Dan sekarang saatnya penilaian gua tentang sinetron itu. Sebenernya usaha Indosiar itu bagus ya buat nunjukin kemampuan editingnya bagus, ya cuman gua heran. Itu kan sejarah Indonesia. Tapi menurut sumbernya, itu sinetron sebenernya sudah jauh banget meenceng dari cerita sebenernya. Dan gua juga prihatin sebagai warga negara yang baik, karena disitu juga ngeliat 'ketidak profesional-an' karena emang ngga etis banget kareana gua sering juga nonton
disitu banyak adegan berantem yang gak menarik, tata kamera yang asal, properti yang gak matching dan banyaknya adegan yang gak sepantesnya dilihat anak kecil (karena tayang jam 8). Lalu hasil survey gua juga katanya itu banyak tokoh tambahan yansebenernya gak ada di aslinya. Dan sinetron itu udah ngajarin keboongan dan cara membohongi. Dan penggunaan bahasa yang menggunakan bahasa gaul. Gua sih emang bukanya mau protes itu hanya penilaian yang gua sampaikan. Karena gua juga peduli dengan masa depan bangsa. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang nyelekit . Saran untuk pihak Indosiar kalo baca blog ini, tolong di koreksi kembali, tolong jangan mempengaruhi pikiran masyarakat tentang sejarah yang salah. karena tanpa disadari sinetron itu ditonton bejuta pasang mata dan menjadi patokan pelajaran sejarah Indonesia.

sekian
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar